Usai Ricuh Sopir Jeep, Pengunjung Bromo Diwajibkan Pesan Tiket via Online

Oleh : ReangTengger - Jumat, 09 Mei 2025 | 09:56 WIB

Pemerintah melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi memberlakukan aturan baru bagi para wisatawan Gunung Bromo. Mulai saat ini, pembelian tiket masuk kawasan wisata hanya bisa dilakukan secara online, menyusul kericuhan yang melibatkan sejumlah sopir jeep lokal beberapa waktu lalu.

Kebijakan ini diambil setelah muncul insiden yang sempat viral, di mana terjadi kericuhan antara wisatawan dan sejumlah sopir jeep yang memaksakan jasa mereka kepada pengunjung. Kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran di kalangan wisatawan serta mencoreng citra pariwisata Gunung Bromo yang selama ini dikenal ramah dan tertib.

Kepala BB TNBTS, mengatakan bahwa langkah digitalisasi ini bertujuan untuk mencegah praktik-praktik tidak sehat di lapangan serta memberikan kepastian dan keamanan bagi pengunjung. "Dengan sistem online, pengelolaan akan lebih transparan, dan kami bisa memastikan jumlah pengunjung tetap terkendali demi menjaga kelestarian kawasan," ujarnya.

Tiket masuk Bromo kini dapat dibeli melalui situs resmi bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Pengunjung diharapkan melakukan reservasi terlebih dahulu, memilih tanggal kunjungan, serta mengikuti ketentuan yang berlaku. Pembayaran dilakukan secara digital, dan tiket masuk akan dikirim dalam bentuk elektronik.

Sementara itu, para pelaku jasa transportasi jeep lokal diminta untuk beradaptasi dengan sistem ini. Pemerintah daerah bersama BB TNBTS tengah menyusun mekanisme kerja sama yang lebih terorganisir agar para sopir tetap mendapatkan kesempatan usaha, namun tanpa memaksa atau mengganggu kenyamanan wisatawan.

Pihak kepolisian juga telah turun tangan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan terus melakukan patroli di kawasan pintu masuk Bromo, seperti di Wonokitri, Cemoro Lawang, dan jalur-jalur lainnya.

Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi momentum bagi pariwisata Bromo untuk bangkit dan lebih profesional, sekaligus menjadi contoh digitalisasi pengelolaan wisata alam di Indonesia.

Tag

Article Terkait